Minggu, 08 September 2013

TKJ

Tehnik komputer dan jaringan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Teknik komputer dan jaringan merupakan ilmu berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkait kemampuan algoritma dan pemrograman komputer, perakitan komputer, perakitan jaringan komputer, dan pengoperasian perangkat lunak dan internet. Teknik komputer dan jaringan juga membutuhkan pemahaman di bidang teknik listrik dan ilmu komputer sehingga mampu mengembangkan dan mengintegrasikan perangkat lunak dan perangkat keras.[1]

Lingkup pekerjaan

Bidang pekerjaan yang dapat diisi oleh tamatan kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan antara lain:
Penyedia jasa layanan internet
  1. Mengidentifikasi kebutuhan keamanan jaringan
  2. Mendesain sistem keamanan jaringan
  3. Menginstalasi sistem keamanan jaringan
  4. Menginstalasi dan administrasi server otentikasi
  5. Mengoperasikan sistem keamanan jaringan
  6. Monitoring keamanan jaringan
Jaringan nirkabel
  1. Merancang dan melakukan survey lapangan
  2. Membuat antenna
  3. Menginstalasi jaringan nirkabel
  4. Mengkonfigurasi peralatan
  5. Mengoperasikan jaringan nirkabel
Administrator server
  1. Mengatur server
  2. Mengatur band width
  3. File sharing
  4. Memantau server
  5. Mengatur lalu lintas jaringan
Integrator komputer
  1. Merakit komputer
  2. Memperbaiki komputer
  3. Menginstalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan text-based user interface (TUI)
Integrator VOIP
  1. Indentifikasi kebutuhan
  2. Merancang jaringan VOIP
  3. Instalasi softswitch
Administrator Linux
  1. Melakukan instalasi sistem operasi Linux
  2. Melakukan perawatan sistem operasi Linux
  3. Melakukan virtualisasi
Integrator dan administrator jaringan
  1. Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network
  2. Memasang jaringan lokal
  3. Melakukan instalasi perangkat jaringan area luas (Wide Area Network)
  4. Menginstalasi sistem operasi jaringan
  5. Menganalisa dan memperbaiki kerusakan, kesalahan, atau kondisi tidak bekerjanya koneksi di sistem jaringan
  6. Merancang basis data web untuk content server
  7. Instalasi web server
  8. Instalasi basis data server
  9. Instalasi server jaringan
  10. Instalasi sistem manajemen konten
  11. Instalasi dan integrasi perangkat lunak kolaborasi
Administrator web
  1. Konfigurasi web
  2. Perawatan web
  3. Memantau jaringan
  4. Mengatur lalu lintas jaringan
  5. Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan area luas (Wide Area Network)
  6. Melakukan perbaikan dan/atau mengatur ulang koneksi jaringan area luas (Wide Area Network)
  7. Memantau keamanan jaringan
  8. Melakukan perbaikan dan/atau mengatur ulang koneksi jaringan

Sabtu, 07 September 2013

sejarah dukuh juwet

Sejarah Desa Dukuh Juwet Alias Dulwates

Dulwates, kepanjangannya adalah kidul wates (kidul=selatan, wates=batas, Dulwates=batas selatan) orang-orang tua sering menyebutnya demikian karena desa ini menjadi perbatasan antara dua desa, yakni Desa Dukuh Waringin dan Desa Tergo. Sebenarnya Dulwates bukanlah sebuah desa, namun hanya sebuah perdukuhan yang bergabung dengan desa Tergo. Dulwates terbentang mulai dari sebelah selatan jalan ke Desa Gono yang menjadi batas antara Dulwates dengan Desa Dukuh Waringin, sampai pada Later Es, yakni jalan menanjak yang berkelok membentuk huruf ‘S’ yang menjadi batas antara Dulwates dengan desa Tergo Lor. Terus kenapa bisa mendapatkan nama Dukuh Juwet?? Berikut kisah yang telah turun temurun disampaikan oleh kakek saya yang mungkin tidak banyak yang mengetahuinya…
Konon pada zaman dahulu waktu desa ini masih berupa hutan belantara, tumbuhlah sebatang  pohon Juwet yang besar sekali dan sangat tua, sebagai mana kebiasaan orang tua zaman dahulu, untuk menandai nama suatu desa atau tempat, disandarkan pada suatu kejadian atau benda mati yang dianggap keramat. Seperti nama sungai yang sekarang menjadi perbatasan Dulwates dengan Dukuh Waringin, dinamakan Kali Tempur, konon karena dulu disana telah menjadi tempat pertempuran. Itulah yang menjadi cikal bakal dinamakannya Desa Dukuh Juwet, kira-kira pohon tersebut tumbuh tepatnya di perempatan deket rumahnya Pak Sholeh (sekarang).
Disana hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua renta. Dahulu Dukuh Juwet masih ikut desa Dukuh Waringin, yang mana kepala desa Dukuh Waringin dan kepala desa Tergo adalah saudara kandung. Suatu ketika sang kakek meninggal dunia, dari sinilah perselisihan mulai muncul. Kedua desa tersebut –Dukuh Waringin dan Tergo- sama-sama tidak mau mengubur jenazah sang kakek. Akhirnya diambil kesepakatan Dukuh Waringin mau menguburkan jenazah sang kakek asalkan Dul Watez harus ikut Desa Tergo. Dari sinilah kenapa status Dulwatez bisa ikut Tergo.
Oleh karena itu setiap ada acara mantenan, khitanan, atau hajat-hajat yang lain ngirim doanya harus ke leluhur kedua Desa tersebut yakni Desa Dukuh Waringin (Mbah Gongso dan Mbah Wandan Sari) dan Desa Tergo (Mbah Baris dan Mbah Kodi Weryo).
N/B: sumber ini diambil langsung dari cerita kakek saya semasa beliau masih sugeng, yakni Alm. Mbah Kusnin Ma’sum. Namun jika ada versi yang lain harap segera di confirm. Supaya kita tahu sejarah desa yang kita tinggali selama ini, desa yang menjadi tempat tumpah darah kita. Nguri-nguri sejarah jawa.